ABG Jambi Korban Perdagangan Anak Bertambah Jadi 30 Orang

Jumlah korban perdagangan anak yang berhasil diungkap Polresta Jambi bersama Polda Jambi bertambah menjadi 30 orang.

Pariwarajambi.com- Korban perdagangan anak yang berhasil diungkap aparat Polresta bersama Polda Jambi kini jumlahnya bertambah menjadi 30 orang.

Jumlah ini terungkap bersama penangkapan  empat pedagang anak di bawah umur, antara 13 hingga 15 tahun. Sebelumnya diketahui korban berjumlah 13 orang.

Baca juga: Belasan Anak di Jambi Dijual ke Jakarta untuk Pemuas Nafsu

"Sesuai informasi dari pihak Polresta Jambi, saat ini korban perdagangan anak kemarin sudah 30 orang," kata Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Mulia Priyanto, Kamis 30 Desember 2021.

Empat pelaku yang berhasil diamankan sebelumnya diantaranya S alias K (52) warga Jakarta, R (36) warga Kota Jambi, PIS (19) warga Kota Jambi, dan ARS (15) warga Kota Jambi.

“S merupakan pelaku utama sedangkan R dan PIS merupakan mucikari, dan ARS pelaku anak,” kata Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Mulia Prianto didampingi Kapolresta Jambi Kombes Pol Eko Wahyudi kepada wartawan, Senin 27 Desember 2021.

Baca juga: Fakta Menarik Kekalahan Timnas Indonesia dari Thailand

Pengungkapan kasus ini bermula pada 4 Desember 2021 lalu, saat pihaknya mendapat laporan mengenai kasus kehilangan anak.

Setelah diselidiki, ternyata anak yang dilaporkan hilang berada si Jakarta. Mulia menyebutkan, anak yang dilaporkan hilang tersebut ternyata dijual kepada tersangka S.

Baca juga: Kejutan Pelantikan Akhir Tahun: Sibas Gantikan Masdivia Sebagai Kabag Pengadaan Barang dan Jasa

Lebih lanjut Mulia mengatakan, S awalnya berhubungan dengan R dan PIS. Bahkan S pernah berhubungan badan dengan R dan PIS.

Kemudian S meminta R dan dan PIS untuk mencarikan anak di bawah umur yang bisa ditiduri. Setelah didapat, korban kemudian difasilitasi ke Jakarta, baik lewat jalur darat maupun jalur udara.

Baca juga: Struktur Pejabat RSUD Kolonel Abundjani Bangko Dirombak: Ini Nama-nama Pejabat yang Dilantik

"Korban dibayar Rp 3 juta hingaa Rp 3,5 juta," sebut Mulia.

Dari hasil pemeriksaan diketahui jika pelaku sudah melancarkan aksinya selama satu tahun belakangan.(*)

Editor Riky Serampas
Sumber Inilahjambi.com