Mengenal Geopark Merangin dan Perjalanan Panjang Diakui UNESCO

Pariwarajambi.com – Geopark Merangin Jambi kini telah diakui UNESCO sebagai organisasi internasional yang bergerak di bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan.

Geopark Merangin Jambi ditetapkan masuk jaringan UNESCO Global Geopark (UGG) pada rapat tahunan UNESCO yang digelar di Paris, Perancis, Rabu (24/05/2023) sore WIB.

Geopark atau taman bumi adalah sebuah wilayah geografi yang memiliki Situs Warisan Geologi (Geosite) dan bentang alam yang bernilai, terkait aspek Warisan Geologi (Geoheritage), Keragaman Geologi (Geodiversity), Keanekaragaman Hayati (Biodiversity), dan Keragaman Budaya (Cultural Diversity), serta dikelola untuk keperluan konservasi, edukasi, dan pembangunan masyarakat secara berkelanjutan dengan keterlibatan aktif dari masyarakat dan pemerintah daerah, sehingga dapat digunakan untuk menumbuhkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap bumi dan lingkungan sekitarnya.

Geopark Merangin Jambi. Foto Facebook Agus Zainudin

Geopark Merangin Jambi

Geopark Merangin Jambi terbentang di Sungai Batang Merangin mulai dari Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap hingga ke Teluk Wang Sakti Desa Biuku Tanjung, Kecamatan Bangko Barat.

Keistimewaan Geopark Merangin adalah memiliki koleksi berupa fosil-fosil dari ratusan juta tahun lalu. Tak hanya fosil hewan, tapi juga fosil daun, kayu, akar, juga kerang.

Fosil-fosil yang diperkirakan berumur lebih dari 300 juta tahun itu bisa dijumpai di sepanjang aliran Sungai Batang Merangin dan Sungai Mengkarang. Koleksi fosil di Geopark Merangin menurut para peneliti diperkirakan jauh lebih lengkap dari geopark di negara lain seperti Tiongkok dan Amerika.

Kawasan inti Geopark Merangin ini juga memiliki pemandangan yang sangat indah dan merupakan salah satu objek wisata alam andalan Kabupaten Merangin. Apa lagi bagi yang menyukai rafting atau arung jeram.

Geopark Merangin juga didukung keindahan alam yang terdapat di kawasan kaki Gunung Masurai. Mulai dari Danau Pauh, Danau Depati Empat, hingga Danau Telago Biru.

Komentar