Pariwarajambi.com – Manchester City didakwa melanggar aturan finansial Premier League. City dituduh melakukan banyak pelanggaran yang kabarnya mencapai 100 kasus.
City dianggap melakukan manipulasi dalam hal laporan pendapatan klub, termasuk kerjasama sponsor. Tak cuma itu, City juga disebut mengakali nilai kontrak manajer dan para pemain selama periode itu.
Baca juga: Barcelona Menang, Madrid Kalah: Blaugrana Dingin di Puncak Klasemen Liga Spanyol
Selain itu, City juga disebut melakukan pelanggaran dalam pelaporan keuangan terkait Financial Fair Play (FFP) UEFA. Untuk kasus ini, City sempat dihukum berat tapi akhirnya menang banding dan cuma membayar denda.
Premier League tak cuma akan menyelidiki sampai tahun 2018, tapi meneruskannya dari musim 2018/2019 hingga 2022/2023.
Baca juga: Dikalahkan Tottenham, Manchester City Gagal Pangkas Jarak Klasemen dengan Arsenal
Penyelidikan akan terus berjalan dan nantinya Premier League akan mengumumkan hasil beserta hukuman yang akan dijatuhkan kepada City.
Beberapa potensi hukuman muncul, termasuk pengurangan poin, pencabutan titel juara, sampai degradasi.(*/rky)






