Tausiah Ramadhan: Hati-hati dengan Kebahagiaan Palsu

KEBAHAGIAAN itu terbagi menjadi dua, pertama kebahagiaan hakiki dan kedua kebahagiaan majazi kebahagiaan palsu atau kebahagiaan yang menipu.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Merangin, Dr KH M Joni Musa Lc MA mengatakan tentu semua berharap memperoleh kebahagiaan yang hakiki.

“Yaitu kebahagiaan yang sebenarnya, namun ketahuilah bahwasanya kebahagiaan hakiki itu tidak bisa diperoleh menumpuk harta sebanyak mungkin, tidak bisa diperoleh dengan mengumbar nafsu dan memuaskan syahwat, tetapi kebahagiaan hakiki itu diperoleh dengan melalui satu jalan yaitu Al Islam atau Islam secara totalitas,” kata KH Joni Musa dalam tausiah singkatnya seperti dikutip dalam akun Instagram pribadinya @jonimusa81.

Seperti Firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah Ayat 208

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا
خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.

Kemudian nabi Muhammad SAW bersabda:
“Beruntunglah orang yang memeluk Islam, diberi rezeki cukup dan dipuaskan oleh Allah dengan apa-apa yang diberikan kepadanya.” (HR.Muslim)

Tentu kita semuanya berharap memperoleh kebahagiaan yang sebenarnya kebahagiaan yang berada dalam naungan Rahmat Allah SWT bukan kebahagiaan yang palsu.

“Ada orang yang merasa bahagia, merasa senang dengan merampas mengambil hak orang lain, menzolimi orang lain, ada lagi orang yang merasa senang dalam kemaksiatan kepada Allah SWT, minum-minuman keras, mabuk-mabukan, bermain judi, melakukan prostitusi, itu semua adalah kebahagiaan semu, kebahagiaan yang menipu, maka hati-hati dengan kebahagiaan palsu, karena kebahagiaan palsu itu menjerumuskan kita dalam kesengsaraan dan kebinasaan, diakhir kelak akan terjerumus dalam siksaan Allah. Mudahan-mudahan kita semua selalu berada dalam naungan hidayah Allah SWT dan memperoleh kebahagiaan yang hakiki kebahagiaan yang berada dalam naungan Rahmat Allah SWT,” sebut KH Joni Musa.(rky)

Komentar